Pengobatan Turis yang Digigit Komodo Tak Ditanggung Taman Nasional

Pengobatan Turis yang Digigit Komodo Tak Ditanggung Taman Nasional

Pengobatan Turis yang Digigit Komodo Tak Ditanggung Taman Nasional – Turis Singapura yang digigit Komodo tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit Labuan Bajo. Biaya pengobatannya tak ditanggung taman nasioanal.

Dihubungi detikTravel via telepon, Jumat (5/5/2017), Kepala Seksi Taman Nasional Wilayah II Pulau Komodo, Hendrikus Siga mengatakan pihaknya hanya mengantar Long Lee Alcc ke RSU Siloam Labuan Bajo. Sedangkan menyangkut biaya perawatan selama berada di rumah sakit bukan ditanggung oleh pihak TNK karena wisatawan asal singapura itu tidak mengantongi karcis masuk.

“Jika wisatawan membeli karcis masuk TNK maka seluruh biaya perawatan kesehatan pasti di tanggung oleh Balai TNK,” ujar Hendrik Siga.
Untuk diketahui, pihak TNK memang memiliki pilihan asuransi bagi wisatawan dan ranger di luar harga tiket dan sewa ranger. Diungkapkan oleh Kepala TNK, Sudiyono, yang dihubungi terpisah.

“Jadi ketika masuk kawasan nanti kita suruh beli asuransinya, kan jaminanya buat mereka juga, itu ada kelas-kelasnya ya, tergantung nanti kalau komplennya berapa pengaruhnya ke sana. Kalau asuransi bayarnya kecil ya dapatnya kecil juga, tapi ini kan perlu sosialisasi, karena yang namanya biaya tambahan biasanya orang cenderung protes,” ujar Sudiyono.

Terjadinya musibah turis yang digigit Komodo pun menjadi momen penting bagi pihak TNK untuk segera melakukan sosialisasi terkait asuransi beserta biaya tambahan yang sebaiknya diambil oleh setiap pengunjung TNK. Sosialisasi pun aka segera dilakukan tahun ini.

“Nanti selesai ini kita akan kordinasi dengan asuransi untuk mempercepat, karena ini meomen yang penting juga, karena di tempat lain sudah ada asuransi, di Bromo sudah, Jawa Barat sudah, di Lombok juga sudah, tinggal kita di sini juga harapannya segera disosialisasi,” tutup Sudiyono.

Sekiranya musibah turis yang digigit Komodo menjadi kelalaian sang turis, karena tidak menyewa ranger serta asuransi. Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi wisatawan dan pihak TNK. (krn/rdy)(detik.com)

Facebook Comments

Share This