Menelisik Jejak Presiden Baru Jerman di Indonesia

Menelisik Jejak Presiden Baru Jerman di Indonesia

Menelisik Jejak Presiden Baru Jerman di Indonesia – Jerman punya presiden baru. Namanya, Frank-Walter Steinmeier. Pria 61 tahun ini merupakan politikus handal yang pernah memegang jabatan penting sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu).

Steinmeier ternyata punya keterikatan tersendiri dengan Indonesia. Dirinya merupakan salah satu Menlu asing pertama yang mengunjungi Indonesia usai Presiden Joko Widodo dilantik.

Ia menginjakkan kaki di Jakarta untuk bertemu beberapa pejabat penting pada November 2014 lalu. Di antaranya Presiden Joko Widodo dan Menlu Retno Marusudi.

Saat melakukan pertemuan dengan Retno Marsudi, ia membahas sejumlah isu terkait kepentingan kedua negara. Beberapa hal yang jadi fokus termasuk permintaan Retno kepada Jerman untuk membebaskan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.

Menurutnya, pemberian pembebasan visa sangat penting bagi Indonesia. Pasalnya, Negeri Bavaria tersebut belum memberikan pembebasan visa sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik.

“Beliau (Menlu Jerman) setuju untuk melihat kembali kemungkinan itu,” sebut Retno kala itu.

“Saya kira kalau bisa (pembebasan visa) dilakukan akan memberikan gesture sangat baik bagi hubungan bilateral Indonesia-Jerman,” sambung eks dubes Belanda untuk Indonesia ini.

Di samping pembebasan visa, dalam pertemuan dengan Steinmeir, juga diungkapkan bahwa Jerman siap bekerja sama dan membantu Jokowi untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Kita bicara banyak tentang masalah dalam konteks maritim, karena masuk dalam program kerja Presiden Jokowi,” ujar Retno.

Dia menjelaskan, implementasi kerja sama dan bantuan dari Jerman juga akan diwujudkan dalam pembangunan sea port atau pelabuhan laut di sejumlah lokasi penting di Tanah Air. Namun ia belum membeberkan kapan pembangunan tersebut akan dilaksanakan.

Senada dengan Retno, Steinmeier menegaskan Jerman siap membantu Indonesia dalam proyek maritim.

“Kerja sama dalam usaha maritim, kami coba dapat gambaran bagaimana strategi maritim yang Bapak Presiden (Jokowi) bangun, yang nantinya dapat kami bantu,” sebut Steinmeier.

Steinmeier dipilih dalam rapat Majelis Federal di parlemen di Berlin. Dari 1.260 anggota parlemen ia berhasil mengantongi 931 suara. Ia menjabat sebagai menlu selama delapan tahun dan akan mulai menjalankan tugasnya pada 19 Maret mendatang.

Jabatan presiden di Jerman merupakan seremonial. Namun presiden mewakili Jerman di luar negeri dan ia juga memikul beban moral.(liputan6.com)

Facebook Comments

Share This